Mahasiswa Demo Tolak Fullday School

SERANG - Mahasiswa Banten yang tegabung dalam berbagai organisasi kemahasiswaan berunjuk rasa di depan gedung Kampus UIN Banten, Jumat (16/6/2017). Dalam tuntutanya mereka menolak permendikbud no 23 tahun 2017 tentang kebijakan fullday school..

Guru Ngaji Di Kabupaten Serang Dapat Perhatian Pemerintah

Kabupaten Serang bagikan Zakat kepada 2783 Guru ngaji dan Madrasah di Lapangan Tenis Indoor Kabupaten Serang, Selasa (20/6).

Kapolda Banten Konsen Tangani Arus Mudik Di Pelabuhan Merak

pihaknya menyiapkan personel di setiap titik Pelabuhan Merak dibantu dengan petugas keamanan dari PT ASDP Indonesia Ferry dan TNI..

Waspadai Daging Babi Yang Dicampur Daging Sapi

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin) Kota Cilegon, klaim serius memburu pelaku yang diduga mencampur daging sapi dengan daging babi di Pasar Kranggot, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang.

naas akibat mengintip mandi perawan, pria ini telak dihajar bogem mentah

Wajah Achmad Baihaki (23) bonyok dihajar massa lantaran dirinya kepergok mengintip warga yang tengah mandi,.

Senin, 19 Juni 2017

Nikomas Kebakaran



Banten-Media - Pagi tadi (19/6) pabrik nikomas Gemilang salahsatu bangunanya ludes terbakar, informasi ini didapat dari salah satu kariawannya yang sedang berada dilokasi.

terlihat kobaran api dan asap hitam pekat menghanguskan sebagian bangunan, beberapa pegawai berhamburan keluar gedung dan sebagian berupaya memadamkan api yang terus membesar.

belum diketahui penyebab kebakaran, pihak perusahaan belum memberikan konfirmasi terkait kebakaran tersebut.

perusahaan produsen sepatu berkelas tersebut berdiri sejak 1992, dengan jumlah pegawai lebih dari 22000 orang, dengan luas area 285 H, perusahaan sebesar itu sangat berpotensi terjadinya kebakaran apabila tidak ada pengawasan secara berkala.

Berbuntut Sakit Hati, Pria ini Tebas Kepala dan Bagian Paha Lalu di Buang Disungai



Banten-Media - Alasan kenapa AP warga Likupang Timur menebas Joan Ivana Margaretha Palit (29) karena sakit hati diusir dari TPI malam itu. Hal itu diakui tersangka, ketika berada di Polsek Tuminting, Jumat (16/6) Pukul 23.16 Wita.
"Saya tidak terima dia mengusir saya waktu mau bergabung dengan mereka," ucap AP.
AP lalu pulang ke rumah saudaranya dan mengambil sebilah parang yang biasa ia gunakan untuk memotong ikan asin.
"Saya datang lagi ke sana dan mereka masih berada disitu. Saya lalu melenggang parang pada perempuan bernama Dessy tapi dia menghindar lalu lari," aku tersangka.
Jika Dessy bisa menghindar tebasan tersebut, tapi tidak dengan Joan. Ketika AP menebas ia mencoba menangkis dengan tangan kiri. Akibatnya lengan kirinya hampir putus.
"Ia lalu jatuh dan saya sempat menebas lagi tapi sudah lupa kena di bagian mana," ujarnya.
Melihat korban sudah tak bernyawa, AP lalu menyeret korban ke arah sungai yang ada didekat tempat itu.
"Saya seret dia ke sungai lalu buang di sana," akui AP.
Kanit Reskrim Polsek Tuminting Ipda P. Aritonang ketika ditemui mengatakan saat ini tersangka sudah ditahan di Polsek Tuminting.
"Sudah kami tahan, dan mungkin besok akan kami mintai keterangan lebih lanjut," tandasnya.

Lama Tak dikaruniai anak, Seorang Wanita Curi Bayi


Banten-Media -Jajaran Polsek Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) Banten berhasil mengamankan pelaku pencurian bayi berumur dua pekan di mall.
Pelaku diketahui berinisial NH (32) yang melancarkan aksinya di Mall ITC BSD, Serpong, Tangerang Selatan pada Senin (12/6/2017) lalu.
NH diamankan di kediamannya di bilangan Jakarta Timur pada Jumat (16/6/2017).
Kapolres Tangsel, AKBP Fadli Widiyanto, mengungkapkan motif pencurian itu.
"Motifnya karena sudah dua tahun menikah, tapi belum punya anak. Makanya mau ambil anak orang lain," ujar Fadli saat ditemui di Mapolsek Serpong, Tangerang Selatan pada Jumat (16/6/2017).
Fadli melanjutkan, modus yang digunakan tersangka adalah berteman di media sosial dengan ibu asuh si bayi.
NH mengawalinya dengan berkenalan dengan Upik Tilani (21), ibu asuh dari si bayi di jejaring media sosial Facebook.
"Kenalan di Facebook, kemudian keduanya saling akrab," ucapnya.
Pelaku pun bertandang ke rumah korban.
Lalu tersangka mengajak korban bersama bayinya ini untuk jalan-jalan ke Mall ITC BSD.
"Pelaku kemudian meminta tolong korban untuk membelikan makanan di lantai dua Mall itu," kata Fadli.
Saat itu pelaku berada di lantai dasar.
Setelah korban kembali, ternyata pelaku sudah membawa kabur bayinya ini.
"Selama empat hari kami melakukan penyelidikan mengacu pada rekaman CCTV di Mall," ungkapnya.
Hasilnya berbuah manis, tersangka dapat dibekuk oleh polisi.
Saat ini wanita berusia 32 tahun ini ditahan di Mapolsek Serpong.
"Dia (NH) dijerat Pasal 83 JO 76F UU No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya paling lama 15 tahun penjara," papar Fadli.(sb)

Jumat, 16 Juni 2017

GenPI Banten, Aktif Promosikan Pariwisata di Medsos


Media-Gerakan Pesona Indonesia (GenPI) ialah sekelompok pemuda yang peduli terhadap pariwisata, dan secara sukarela membantu mempromosikan pariwisata di Banten melalui media sosial, itu yang di ungkapakan kadispar Provinsi Banten Eneng Nurcahyati dalam sambutanya kemarin selasa (13/6) di halaman masjid Albantani KP3B, dalam acara Branding pesona Indoensia yang dihadiri kementrian pariwisata kemenpar.
Genpi Banten termasuk dalam 12 provinsi yang telah mendeklarasikan eksistensinya untuk siap secara sukarela mempromosikan objek pariwisata di didaerahnya.
menurut asisten deputi bidang pemasara Kemenpar Ir. Haryanto, pihaknya menyambut baik laihrnya Genpi di Banten, Genpi secara masive akan memberikan kontribusi dari sisi media sosial dan tidak membatasi usia.
"Siapapun bisa menjadi GenPI, tidak hanya sekelompok anak muda saja, orang dewasa, orang tua yang familiar terhadap media sosial bisa terlibat membantu mempromosikan pariwisata" Uajarnya.
sebelumnya Banten sudah aktif mempromosikan destinasi pariwisata dengan menciptakan account official di beberapa media sosial, seperti Insagram, Facebook, Twitter yang bisa di akses warga Banten yang aktif di jejaring dunia maya tersebut.
instagram :@Visitbanten.id
facebook : visitbanten.id
twitter : @visitbanten_id
Menurut anggota GanPI Serang Wahyu, GenPI sdh ada hampir 30 Anggota yang tersebar di beberapa wilayah, kami sudah membuat group (whatsup) yang mengakses sesama anggota untuk bisa terhubung.
lahirny GenPI akan membantu informasi program pariwisata lebih cepat di akses di media sosial, eksistensinya akan membuat viral media sosial dengan kreatifitas yang dibangun sesuai trand yang terjadi saat ini.

Tolak Pembangunan TPA Bojong Menteng, Warga Walk out Dari Rapat


Meida-SERANG - Sejumlah warga yang tergabung dalam Fron Rakyat Anti sampah (FRAS) Bojong menteng meninggalkan Ruang rapat pembahasan Konsep Akhir Perencanaan TPA Teknis Bojong Menteng, Kabupaten Serang, di salah satu rumah makan di Kota Serang, Jumat, (15/6/2017).
Ketua Fron Rakyat Anti sampah (FRAS) Bojong menteng, Yaya Hudaya menilai kegiatan yang dilakukan pemerintah hanya sebuah forum basa-basi. Karena dirinya mengaku bahwa masyarakat Bojong menteng sudah secara masif menolak pembangunan TPA Bojong menteng tersebut. Dirinya juga mengaku telah memiliki dokumen perencanaan yang dulu pernah dilakukan dan hasilnya Bahwa Bojong Menteng tidak layak untuk dijadikan TPA. 
"Posisinya dari nominatif untuk di ajukan TPA, Bojong menteng itu ke enam. Itu berdasarkan konsultan, CV. Kartika waktu itu. Perlawanan masyarakat juga sudah masif melakukan perlawanan, tanda tangan kepala desa bermaterai juga masih ada. Juga tanda tangan ketua dewan waktu itu Fahmi Hakim juga menolak. Ada dokumentasinya semua, lah lantas ini di paksakan kembali oleh pemerintah ini peleceha bagi kami," ujarnya, selepas meninggalkan ruang rapat. 
Ia mengaku Walk out dari rapat pembahasan karena sebelumnya telah dilakukan kajian oleh konsultan dan hasilnya telah diketahui bahwa Bahwa Bojong Menteng tidak layak untuk dijadikan TPA. Selain dirinya juga menilai bahwa rapat pembahasan ini merupakan upaya legalitas pemerintah tergadap upaya pembangunan TPA Bojong menteng. 
"Kenapa kami Walk out meskipun kapasitas kami hanya sebagai undangan, dulu kami di manipulasi data. Ini (kehadiran) di legalisasi. Hari ini siapa yang hadir berarti melegalkan keberadaan TPA di Bojong menteng. Sampai mati pun kami menentang itu.mereka mau membuktikan secara taktis secara teknis, kami juga siap. Kami juga sudah merencanakan perlawanan secara masif," tegasnya.
Sementara itu, kepala Satua Kerja (Satker) Pengembangan sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman (PSPLP) Provinsi Banten, Adib Solihin mengatakan,  bahwa rapat kali ini merupakan pembahasan dan pemaparan hasil kajian konsultan kepada pihaknya bukan tahapan pengesahan. “Ini kan masih pembahasan saja, untuk jadi atau tidaknya di Bojong Menteng itu masih jauh, itu mah keputusan gubernur dan bupati harus ada ijin lokasi dulu melihat UKL-UPL master plannya dulu, kita pembahasan aja dulu, mereka langsung marah-marah aja,” tuturnya.
(Banten-Media.Red)

Waspadai Daging Sapi yang Bercampur dengan Daging Babi


Media- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin) Kota Cilegon, klaim serius memburu pelaku yang diduga mencampur daging sapi dengan daging babi di Pasar Kranggot, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang.
Menurut Kepala Bidang Pasar pada Disperdagin Kota Cilegon, Muhamad Satiri, pihaknya sudah mendeteksi oknum pelaku yang menjual daging babi di Pasar Kranggot.
Namun demikian, kata dia, oknum tersebut hanya menjual daging babi yang dikhususkan kepada orang tertentu dan tidak dicampur dengan daging sapi.
“Namun demikian akan kami cek sesuai dengan surat dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk membuktikan kebenarannya,” kata Satiri.
Dia menyatakan saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengecek kebenaran daging sapi yang dicampur dengan daging babi tersebut.
“Pedagang daging ini berjualan dini hari. Jadi cukup sulit terdeteksi. Apalagi daging babi mirip dengan daging sapi,” paparnya.
Dikatakan Satiri, beredarnya kabar daging sapi yang dicampur daging babi di Pasar Kranggot, jelas membuat resah masyarakat. Sebab itu pihaknya segera menindaklanjuti temuan tersebut.
“Kasus daging babi ini membuat resah. Apalagi bagi umat muslim yang saat ini sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan dan menjelang Idul Fitri,” katanya.

(Banten-media.red)

Lakukan Sidak, Tatu Pastikan Harga Sembako Tetap Stabil


Media- Bojonegara - Pemerintah Kabupaten Serang Bersama Menteri perdagangan Enggar Tiasto Lukito yang didampingi Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah melakukan sidak untuk memastikan ketersediaan bahan pokok bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah di PT. Angel Product dan PT Duta  Sugar International di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Kamis (15/6). 
Hasil pantauan, turut hadir Walikota Cilegon Iman Ariyadi, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Serang Babar Suharso, Kepala Dinas perdagangan Kota Cilegon Abdul Wahid, Danramil Bojonegara Suherman, dan Kapolsek Bojonegara Akp Mardison.
Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, kunjungan Menteri Perdagangan ke pabrik gula yang ada di Kabupaten Serang dan Kota Cilegon sekaligus melihat pasar untuk memastikan harga dilapangan sudah sesuai dengan harga standar yang sudah ditetapkan. 

"Alhamdulillah hasil pantauan semuanya aman terkendali. Dengan stok cukup dan harga sesuai dengan harapan," paparnya.
Menurut Tatu,  Jika terjadi pelanggaran pada perusahaan dan distributor, maka akan ada tindakan  tegas dengan memberikan skrosing, pencabutan izin usaha, dan pembekuan izin usaha. Hal itu dilakukan dengan harapan tidak terjadi  di Kabupaten Serang.
" Pak Mentri sangat ketat dalam pengawasan bahan pokok, dan saya ditugaskan oleh Mentri untuk terus mengawasi agar tidak terjadi kecurangan di daerah," tutur Tatu. 
Kemudian, pada kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Enggar Tiasto Lukito mengungkapkan, melihat pasokan gula dan harga barang lainnya dijamin  aman selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1438 h, karena menurutnya, setelah  melihat kondisi di pabrik gula memiliki stok yang lebih dan pasar yang juga tidak kekurangan.
"Banten memiliki 6 perusahaan  yang memiliki tugas untuk penyediaan bahan pokok. Berikutnya, kita akan instruksikan langsung ke distributor untuk segera menyalurkan ke daerah agar tidak terjadi kekurangan bahan pokok,"  katanya.
Dia melanjutkan, untuk mengantisipasi melambungnya harga. Maka, pabrik diwajibkan memasang harga pada kemasan agar saat turun ke pasar tidak diselewengkan oleh pedagang dengan harga yang jauh dari ketentuan.
"Paling tidak menjual sesuai ketentuan yang dicantumkan, karena ada juga yang menjual dibawah harga standar. Itu lebih bagus," imbuhnya.
Masih kata Enggar, peranan Pemerintah Daerah harus dipantau secara intens mengenai pasokan dan harga yang di pasaran agar tidak melambung. Terkait kemacetan karena truck pengiriman barang sembako, Dia memberitahukan akan ada perbatasan antar jalur mudik dan kendaraan berat yang mengirimkan pasokan sembako, oleh karena itu, akan ada penekanan agar mengirimkan sebelum H-4 Lebaran.
"Saya sudah koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, untuk mengatasi hal tersebut. Karena sudah kita ketahui jika mendekati lebaran akan terjadi kemacetan," terang Enggar.